Berita Inovasi

Di-edit Pakai iMac Lawas! Film “Everything Everywhere All At Once” Juara Oscar

Di-edit Pakai iMac Lawas! Film “Everything Everywhere All At Once” Juara Oscar
Admin Tekno
Written by Admin Tekno

Harian Teknologi – Baru-baru ini, film “Everything Everywhere All At Once” menghebohkan jagat perfilman dengan kemenangan di ajang Academy Awards atau yang lebih dikenal dengan sebutan Oscar. Tidak hanya berhasil meraih penghargaan dalam kategori Best Picture, film ini juga memenangkan beberapa penghargaan lainnya.

Namun, siapa sangka bahwa film ini di-edit dengan menggunakan perangkat yang sudah cukup usang, yaitu iMac lawas. Berikut ini adalah pembahasan lebih lanjut tentang film tersebut dan bagaimana penggunaan iMac lawas dalam produksinya.

Latar Belakang Film

“Everything Everywhere All At Once” adalah sebuah film fiksi ilmiah yang disutradarai oleh Daniel Kwan dan Daniel Scheinert.

Film ini bercerita tentang seorang nenek yang menyadari bahwa dia memiliki akses ke banyak dimensi paralel, dan kemudian harus melawan para penjahat untuk menyelamatkan dunia. Film ini dibintangi oleh Michelle Yeoh, Stephanie Hsu, dan Jamie Lee Curtis.

Produksi Film

Produksi “Everything Everywhere All At Once” berlangsung selama beberapa tahun. Pengambilan gambar dilakukan di beberapa lokasi di seluruh dunia.

Proses editing film ini dilakukan oleh Andrew Hafitz di rumahnya di Brooklyn, New York. Hafitz merupakan seorang editor veteran yang pernah bekerja pada film-film seperti “The Irishman” dan “Joker”.

Penggunaan iMac Lawas

Yang mengejutkan adalah, Hafitz melakukan proses editing dengan menggunakan iMac lawas yang masih berjalan pada sistem operasi macOS Mojave.

BACA JUGA  Google Search Bisa Rangkum Artikel di Website Menggunakan AI

Meskipun Apple telah merilis beberapa perangkat baru dengan spesifikasi yang lebih tinggi, Hafitz tetap memilih menggunakan iMac lamanya karena menurutnya sudah sangat familiar dengan perangkat tersebut.

Keuntungan Menggunakan iMac Lawas

Meskipun terbilang usang, iMac yang digunakan Hafitz ternyata masih mampu memberikan kinerja yang cukup baik untuk proses editing film. Hal ini membuktikan bahwa tidak selalu harus menggunakan perangkat terbaru untuk mendapatkan hasil yang baik.

Selain itu, dengan menggunakan perangkat lama, Hafitz juga dapat menghemat biaya produksi yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya.

Dampak Terhadap Industri Film

Penggunaan iMac lawas oleh Hafitz dalam produksi “Everything Everywhere All At Once” telah menunjukkan bahwa tidak selalu harus menggunakan perangkat terbaru dalam produksi film. Hal ini memberikan peluang bagi para pembuat film independen yang mungkin tidak memiliki anggaran besar untuk membeli perangkat-produk terbaru.

Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa keahlian dan pengalaman seseorang dalam mengedit film lebih penting daripada perangkat yang digunakan.

Kesimpulan

Film “Everything Everywhere All At Once” memenangkan penghargaan di ajang Oscar dan telah memberikan pelajaran berharga bahwa keahlian seseorang dalam mengedit film lebih penting daripada perangkat yang digunakan. Meskipun proses editing dilakukan dengan menggunakan iMac lawas, hasilnya tetap mengesankan dan memenangkan banyak penghargaan.

About the author

Admin Tekno

Admin Tekno

Berbagi Artikel Seputar Teknologi dan Lainnya

Leave a Comment