Berita Social Media

Facebook Kini Dipakai 2 Triliun Orang Sehari

Facebook Kini Dipakai 2 Triliun Orang Sehari
Admin Tekno
Written by Admin Tekno

Harian Teknologi – Facebook kini telah berumur sekitar dua dekade. Namun, media sosial Facebook masih terus mengalami pertumbuhan jumlah pengguna.

Dalam laporannya, Meta (perusahaan induk Facebook) mencatat pengguna aktif harian (daily active users/DAUs) saat ini sebanyak 2 triliun.

Angka tersebut merupakan rekor pertama yang berhasil dicapai, sebelumnya Facebook mendapatkan 16 juta pengguna baru pada kuartal IV-2022.

Secara keseluruhan, pengguna aktif Facebook mengalami peningkatan yang signifikan selama enam kuartal berturut-turut (kuartal IV-2020 hingga kuartal IV-2022).

Namun, jumlah pengguna aktif harian Facebook sempat mengalami penurunan pada kuartal IV-2021 lalu dari 1.930 miliar menjadi 1.929 miliar pengguna.

Ini adalah momen dimana kali pertama Facebook mengalami penurunan pengguna. Pada kuartal I-2022, jumlah pengguna aktif kembali mengalami kenaikan dari 1.929 miliar menjadi 1.960 miliar pengguna.

Rekor tersebut bukanlah merupakan hal baru bagi Meta. Dikutip dari Engadget, Jumat (3/1/2023), Whatsapp media sosial yang dinaungi oleh Meta, tercatat memiliki lebih dari 2 triliun pengguna aktif pada 2020 lalu, dikutip dari Engadget, Jumat (3/1/2023).

PHK dan merugi

Pertumbuhan di atas sepertinya bukanlah kabar baik bagi perusahaan. Pada November 2022, Meta sempat melakukan PHK. Karyawan yang tekena imbas PHK sekitar 11.000 karyawan.

Menurut CEO Meta Mark Zuckerberg, pemangkasan tersebut dilakukan karena investasi besar-besaran Meta sejak awal pandemi yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Ditambah lagi masalah ekonomi makroglobal di AS ikut memengaruhi bisnis Meta.

BACA JUGA  Fitur Berbayar ChatGPT Kini Digratiskan

Pendapatan perusahaan mengalami penurunan sepanjang tahun 2022 lalu. Pendapatan yang didapat sebanyak 32,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 478,8 triliun), turun sebanyak 4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kerugian terbesar yang dialami Meta adalah pengembangan Reality Labs, sebuah divisi untuk produk VR (virtual reality), AR (artificial reality), dan proyek metaverse.

Perusahaan telah kehilangan 4,3 miliar dollar AS (Rp 63,9 triliun) pada kuartal IV-2022. Dan di sepanjang tahun 2022 Meta telah kehilangan total 14 miliar dollar AS (Rp 208,2 triliun).

Dengan kerugian tersebut, diprediksi bahwa kerugian tersebut akan meningkat di tahun 2023. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Susan Li (Chief Financial Officer).

“Kami masih memprediksi kerugian divisi Reality akan meningkat di tahun 2023 nanti. Tetapi, kami akan terus berinvestasi dengan hati-hati di bidang ini, (karena) kami melihat investasi ini adalah peluang jangka panjang yang signifikan,” ucap Li.

Zuckerberg mengatakan dirinya yakin akan kondisi Meta saat ini, perusahaan saat ini berada pada fase perubahan yang cukup cepat dibanding tahun sebelumnya.

“Kami tidak bisa menganggap semua produk akan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Akan ada beberapa area yang mengalami pertumbuhan pesat atau sesuatu yang ingin kita investasikan di masa depan,” imbuh Zuckerberg.

Pada kesempatan lain, Mark Zuckerberg mengatakan akan berinvestasi di bidang generative AI (Artificial Intelligence), untuk membuat konten baru dan belum pernah ada di dunia nondigital. “Generative AI merupakan area yang sangat menarik karena mempunyai beragam aplikasi. Salah satu target Meta adalah mengembangkan penelitian untuk menjadi pemimpin di bagian generative AI,” ujar Zuckerberg.

BACA JUGA  Hadir di 22 Negara! User Google One Kini Dapat Fitur VPN

About the author

Admin Tekno

Admin Tekno

Berbagi Artikel Seputar Teknologi dan Lainnya

Leave a Comment